GARUT — //PropamNewstv.id-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Kabupaten Garut menyerukan sikap tegas terhadap penyebaran narasi negatif yang dinilai berpotensi merusak citra pemerintah serta menurunkan kepercayaan publik terhadap program pembangunan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan jajaran DPD Tani Merdeka Garut sebagai respons atas maraknya opini dan informasi di ruang digital yang dianggap tidak seluruhnya berbasis fakta serta berpotensi menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.
Ketua DPD Tani Merdeka Garut, H. Mamat Acek, menegaskan bahwa kritik dalam sistem demokrasi merupakan hal yang wajar. Namun, ia mengingatkan agar kritik disampaikan secara objektif, konstruktif, dan tidak berkembang menjadi narasi yang bersifat provokatif.
“Kritik tentu diperlukan sebagai bagian dari demokrasi, tetapi jangan sampai berubah menjadi informasi yang tidak berdasar dan justru merusak kepercayaan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, penyebaran narasi negatif yang tidak terverifikasi dapat menghambat pelaksanaan program pemerintah, terutama di sektor pertanian yang saat ini tengah didorong untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
DPD Tani Merdeka Garut menilai petani memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pelaku produksi pangan, tetapi juga sebagai bagian dari elemen masyarakat yang ikut menjaga stabilitas sosial melalui penyampaian informasi yang benar dan edukatif.
Organisasi tersebut juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta melakukan verifikasi informasi sebelum menyebarkannya kepada publik.
Selain itu, DPD Tani Merdeka Garut menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program pembangunan yang dinilai berpihak pada kesejahteraan petani dan masyarakat luas.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga ruang publik tetap sehat dengan mengedepankan dialog yang membangun,” kata Mamat Acek.
Melalui pernyataan sikap ini, DPD Tani Merdeka Garut berharap masyarakat dapat membedakan antara kritik yang konstruktif dan narasi yang berpotensi memecah kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Sumber: DPD TMI garut
Red;
PropamNewsTv







