Kabupaten Bandung– Selasa 17/02—//PropamNewsTv.id-Upaya menjaga kelestarian Sungai Citarum tidak hanya dilakukan melalui program pemerintah, tetapi juga lahir dari gerakan masyarakat di wilayah hulu. Salah satu inisiatif tersebut hadir di Sub DAS Citarik, anak Sungai Citarum yang mengalir melintasi delapan kecamatan di Kabupaten Bandung, khususnya kawasan Bandung Timur.
Di kawasan ini, komunitas lingkungan Forum Peduli Sungai Citarik (FPSC) konsisten melakukan aksi konservasi sejak berdiri pada tahun 2014. Komunitas tersebut dipimpin Asep Syarif Hidayat atau yang dikenal dengan sapaan Asep Naga, yang menghimpun kepedulian masyarakat lintas generasi terhadap kelestarian sungai.
Saat ini FPSC memiliki sekitar 1.000 anggota yang tersebar di wilayah hulu Sungai Citarik. Para relawan secara swadaya rutin melakukan penanaman pohon di bantaran sungai, pembersihan sampah kiriman dari aliran hulu, serta edukasi lingkungan kepada masyarakat sekitar daerah aliran sungai.
Asep Naga mengatakan, gerakan ini berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi sungai yang semakin tertekan oleh persoalan sampah dan kerusakan lingkungan.
“Kami ingin sungai tetap terjaga karena sungai adalah sumber kehidupan masyarakat. Jika hulunya rusak, dampaknya akan dirasakan hingga ke wilayah hilir,” ujarnya.
Pengamat lingkungan dari Universitas Padjadjaran menilai peran komunitas masyarakat di kawasan hulu memiliki kontribusi besar terhadap kesehatan sungai secara menyeluruh. Akademisi lingkungan Dr. Asep Mulyana menyebut persoalan sungai kerap terlihat di hilir, namun akar permasalahan sebenarnya berada di bagian hulu.
“Kesehatan sungai sangat ditentukan oleh kondisi hulu. Ketika masyarakat menjaga vegetasi dan mengurangi sampah sejak awal aliran, dampaknya akan terasa hingga ke hilir,” katanya.
Ia menambahkan, pendekatan konservasi berbasis partisipasi masyarakat menjadi model penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem sungai karena pengawasan lingkungan berlangsung langsung oleh warga setempat.
Sementara itu, pakar teknik lingkungan dari Institut Teknologi Bandung menegaskan bahwa rehabilitasi sungai tidak dapat hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Prof. Rudi Nugroho menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas lingkungan secara berkelanjutan.
“Pendekatan kebijakan saja tidak cukup. Sungai akan pulih jika masyarakat yang tinggal di sekitar DAS ikut menjadi penjaga lingkungan,” jelasnya.
Forum Peduli Sungai Citarik juga menjadi salah satu kelompok binaan News PROPAM Kabiro Kabupaten Bandung yang turut mendorong penguatan peran masyarakat dalam menjaga integritas sungai.
Keberadaan FPSC menunjukkan bahwa upaya pelestarian lingkungan dapat tumbuh dari kesadaran masyarakat yang dilakukan secara konsisten dan swadaya. Gerakan dari hulu Sungai Citarik ini diharapkan mampu menjadi inspirasi sekaligus mendorong kolaborasi berbagai pihak, mulai dari masyarakat, akademisi, media, hingga pemerintah, dalam menjaga keberlanjutan Sungai Citarum dari hulu hingga hilir.
Media PropamNewsTv
Biro Bandung
Kabiro :saepulloh
(Red)








