Kabupaten Bandung, // PropamNewstv — 15/02/2026-Kabupaten Bandung memiliki berbagai potensi edukasi lingkungan dan kehutanan berbasis masyarakat. Salah satu yang dinilai paling aktif dan lengkap adalah Yayasan Panata Giri yang berlokasi di Desa Cibodas, Kampung Papakmanggu, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung.
Yayasan ini didirikan oleh praktisi lingkungan yang dikenal dengan sebutan Eyang Memet, yang telah mengabdikan dirinya dalam pelestarian hutan dan lingkungan selama hampir tiga dekade. Konsistensi tersebut melahirkan gerakan kaderisasi lingkungan yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat.
Di Kabupaten Bandung sendiri, kaderisasi yang dilakukan telah menghasilkan kurang lebih 1.000 kader penggiat lingkungan. Para kader tersebut aktif melakukan edukasi, pendampingan masyarakat, hingga kegiatan konservasi berbasis partisipasi warga.
Gerakan ini mendapatkan pengakuan resmi melalui Surat Keputusan Kementerian Kehutanan tahun 1996 tentang Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM). Program tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan secara berkelanjutan. Hingga kini, jaringan kader PKSM tercatat telah berkembang di hampir 28 provinsi di Indonesia.
Kegiatan di Yayasan Panata Giri juga melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi dari Universitas Budi Luhur Jakarta, para penggiat lingkungan se-Kabupaten Bandung, serta perwakilan PKSM pusat, Jajang, yang turut memperkuat koordinasi dan pengembangan program pemberdayaan masyarakat hutan.
Selain menjadi pusat kaderisasi, lokasi ini kerap dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran lapangan bagi mahasiswa, pelajar, dan komunitas lingkungan dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta dapat mempelajari langsung praktik konservasi, pengelolaan hutan berbasis masyarakat, hingga edukasi lingkungan berkelanjutan.
Ke depan, diharapkan pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap gerakan lingkungan berbasis aksi nyata seperti yang dilakukan Yayasan Panata Giri, sehingga program pelestarian lingkungan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi alam dan masyarakat sekitar hutan.
SALI-BIRO BDG








