BANJARAN, // PropamNewstv – Kabupaten Bandung – Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional wilayah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Lonjakan harga tersebut dikeluhkan masyarakat kecil serta pedagang karena berdampak langsung pada daya beli dan omzet penjualan.
Pantauan di Pasar Banjaran, Soreang, dan Baleendah pada Jumat (13/2/2026), harga ayam potong menembus Rp43.000 per kilogram. Sementara daging sapi berada di kisaran Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram. Untuk komoditas sayuran, rata-rata mengalami kenaikan antara 20 hingga 25 persen, tergantung jenisnya.
Jajang (34), pedagang ayam potong di Pasar Banjaran, mengaku omzetnya turun drastis akibat sepinya pembeli.
“Omzet saya menurun hingga 70 persen karena pembeli berkurang,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Uken (31), pedagang sayuran di pasar yang sama. Ia menyebut kenaikan harga membuat masyarakat, khususnya golongan ekonomi kecil, mengurangi jumlah belanja.
Para pedagang menilai kenaikan harga dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya meningkatnya permintaan menjelang bulan suci Ramadan serta terbatasnya pasokan barang ke pasar. Selain itu, sejumlah pedagang juga menyoroti dampak pembelian bahan pokok dalam jumlah besar oleh pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai turut memengaruhi distribusi stok di pasar tradisional.
Meski demikian, para pedagang menegaskan mereka tidak menolak program pemerintah tersebut. Mereka mengaku mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak sekolah. Namun, pedagang berharap pengelola program dapat melibatkan pasar tradisional dalam pengadaan bahan pokok agar pelaku UMKM juga merasakan dampak ekonomi dari program tersebut.
Menurut pedagang, jika sebagian besar kebutuhan dibeli langsung dari bandar besar, maka distribusi ke pasar tradisional berkurang dan berpotensi memicu kenaikan harga.
Para pedagang pasar tradisional di Kabupaten Bandung berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi bahan pokok, sehingga roda ekonomi masyarakat kecil tetap berjalan menjelang Ramadan.
Eva -wakabiro








