Amerika //propamnewstv.id – Pada tahun 1990-an, fotografer kelahiran Tokyo bernama Toshi Kazama bekerja sebagai fotografer komersial di New York, Amerika Serikat. Tiba-tiba, kala itu, dia tercekat saat membaca berita tentang seorang narapidana remaja yang dihukum mati.
Kazama menjadi begitu penasaran sampai akhirnya dia memutuskan untuk bertemu narapidana itu. Keputusannya itu membawa Kazama ke perjalanan karier yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya.
Sejak saat itu Kazama telah memotret 22 narapidana hukuman mati, seluruhnya berada di Amerika Serikat, kecuali satu orang yang dipenjara di Taiwan.
Beberapa narapidana yang dia potret telah dieksekusi mati, sementara sejumlah lainnya masih hidup di penjara.
Perjalanan ini juga mempertemukan Kazama dengan para kerabat para korban.
Kazama berkata, pekerjaan ini telah mengubahnya menjadi juru kampanye antihukuman mati yang tak mengenal lelah.
Hukuman mati sebenarnya tidak membantu keluarga korban mengatasi rasa kehilangan, menurut Kazama. Sebaliknya, Kazama yakin keluarga korban semestinya mendapatkan jenis dukungan yang berbeda, termasuk dukungan finansial.
“Keluarga korbanlah yang paling menderita. Tetapi publik sering salah paham dan mengira saya sendiri adalah korban dan karena itu saya ingin membalas dendam,” ujar Kazama.








