INDONESIA //propamnewstv.id – Rencana Danantara membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor tekstil memicu kritik dan penolakan dari pelaku usaha konveksi.
Mereka khawatir perusahaan milik pemerintah itu bakal mencaplok pangsa pasar mereka yang sedang kempis di tengah melemahnya daya beli masyarakat dan tekanan barang-barang impor.
Salah satu pengusaha konveksi skala kecil di Jawa Tengah, Bilal Aziz, mengaku mesti bertarung dengan produk-produk impor dari China yang harganya jauh dari harga pasaran.
“Produk dari China itu cepat habis karena harganya murah, sehingga sangat berdampak kepada kami.”
Atas dasar itulah, ia tidak setuju dengan pendirian BUMN tekstil. Ia cemas, perusahaan milik negara itu bakal mengganggu pasar UMKM.
Pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tekstil pertama kali digaungkan Menteri Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Ia berkata, keputusan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, yang ingin menghidupkan kembali perusahaan negara di sektor padat karya, tekstil.
Sebagai awalan, perusahaan itu akan diberikan suntikan modal dari Danantara Indonesia senilai US$ 6 miliar atau setara Rp101 triliun.








