KALBAR, // PropamNewstv.id – Tokoh masyarakat sekaligus pemerhati sosial, Edy Widodo, S.H.,M.H., memberikan peringatan keras kepada generasi muda Indonesia mengenai eskalasi bahaya penyalahgunaan narkotika yang kian mengkhawatirkan di awal tahun 2026.
Dalam sebuah sosialisasi bertajuk “Generasi Emas Tanpa Narkoba”, pada Sabtu, ( 17/01/2026 ) pria yang akrab disapa Mas Wid ini menekankan bahwa zat terlarang bukan sekadar perusak kesehatan, melainkan penghancur masa depan bangsa secara sistematis.
Bahaya Kesehatan dan Sosial
Mas Wid menjelaskan bahwa penggunaan narkoba pada usia remaja sangat berisiko karena dapat merusak struktur otak yang masih dalam masa perkembangan. Dampak jangka panjangnya meliputi penurunan fungsi kognitif, gangguan mental seperti depresi dan kecemasan, hingga risiko kematian akibat overdosis.
“Generasi muda adalah tulang punggung Indonesia Emas 2045. Jika mereka terjebak narkoba, konsentrasi dan kemampuan belajar mereka akan hancur, yang pada akhirnya memutus rantai prestasi pendidikan mereka,” ujar Mas Wid dalam keterangannya.
Ancaman Pidana yang Berat
Selain aspek kesehatan, Mas Wid juga mengingatkan tentang konsekuensi hukum yang sangat berat bagi siapa pun yang terlibat dalam peredaran gelap atau penyalahgunaan narkotika. Ia menegaskan bahwa UU Narkotika di Indonesia tidak memandang usia dalam penegakannya, terutama bagi mereka yang terbukti sebagai pengedar atau bandar.
“Hukum kita sangat tegas. Ancaman pidana mulai dari penjara belasan tahun, seumur hidup, hingga hukuman mati menanti mereka yang bermain-main dengan barang haram ini. Jangan sampai masa muda yang produktif justru habis di balik jeruji besi,” tegasnya.
Langkah Pencegahan
Sebagai penutup, Mas Wid mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama orang tua dan lembaga pendidikan, untuk memperkuat pengawasan dan edukasi dini. Ia mendorong generasi muda untuk:
Membangun Komunikasi: Selalu terbuka dengan keluarga mengenai masalah yang dihadapi agar tidak mencari pelarian ke narkoba.
Memilih Lingkungan: Menghindari pergaulan yang cenderung toksik dan mendekatkan diri pada kegiatan positif.
Berani Menolak: Memiliki keberanian untuk mengatakan “tidak” pada tawaran narkoba dalam bentuk apa pun. ( Red )








