Sukabumi, // PropamNewstv.id — Di tengah laju modernisasi yang kian cepat, seorang anak muda memilih bergerak dalam senyap namun konsisten. Sandi, tokoh muda asal Sukabumi, terus mendorong pelestarian budaya dan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal melalui Museum Kipahare.
Museum Kipahare hadir bukan sekadar ruang pamer, tetapi menjadi tempat hidupnya nilai-nilai leluhur yang berakar pada peradaban agraris. Di dalamnya, tersimpan jejak padi lokal seperti pere, cere, dan kiara, lumbung padi tradisional, serta filosofi hubungan manusia dengan alam yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat desa, jum’at 16/01/2025
Budaya itu bukan untuk dikenang saja, tetapi harus dihidupkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya, ujarnya. Menurut Sandi, peran anak muda sangat penting agar nilai-nilai leluhur tidak hilang tergerus perubahan zaman.
Melalui pendekatan kolaboratif, Sandi melibatkan masyarakat dan generasi muda untuk kembali mengenal padi lokal dan fungsi lumbung padi sebagai simbol kemandirian pangan. Upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar menjaga jati diri desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal.
Ia berharap gerakan yang dibangun bersama masyarakat ini mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah setempat serta dinas terkait. Harapan kami, semoga upaya pelestarian budaya dan ketahanan pangan ini bisa diperhatikan dan ikut didorong oleh pemerintah setempat dan dinas, agar apa yang kami bangun bersama masyarakat dapat berjalan berkelanjutan, ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan, Museum Kipahare diharapkan terus tumbuh sebagai ruang edukasi dan refleksi budaya, sekaligus inspirasi bagi lahirnya lebih banyak anak muda yang berani bergerak menjaga warisan leluhur.
Aziz Naga bandung








