Farhan: Pohon Merupakan Sumber Kehidupan di Tengah Kepadatan Kota Bandung

- Reporter

Minggu, 11 Januari 2026 - 03:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, // PropamNewstv.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pentingnya keberadaan pohon sebagai sumber kehidupan di tengah tingginya kepadatan penduduk dan pembangunan Kota Bandung. Menurutnya, pohon bukan sekadar elemen lanskap, melainkan bagian penting dari keberlanjutan lingkungan perkotaan.

Hal tersebut disampaikan Farhan saat memberikan sambutan pada Pameran Lukisan Nasional bertajuk Pohon untuk Kehidupan yang digelar di The Huis Gallery, Taman Budaya Jawa Barat, Sabtu, 10 Januari 2026.

Farhan menyampaikan, Kota Bandung merupakan salah satu kota dengan tingkat kepadatan penduduk sekaligus kepadatan pepohonan yang cukup tinggi. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan, pertumbuhan penduduk, dan kelestarian lingkungan.

“Kota Bandung adalah salah satu kota dengan kepadatan pohon dan penduduk yang tinggi. Pohon-pohon di Bandung bukan sekadar elemen lanskap, tetapi sumber kehidupan,” ujar Farhan.

Ia mengakui, dengan jumlah penduduk sekitar 2,6 juta jiwa yang mendiami wilayah seluas 167 kilometer persegi, Kota Bandung dihuni rata-rata 15 ribu orang per kilometer persegi. Situasi ini menuntut perencanaan kota yang semakin adaptif terhadap keberadaan ruang hijau.

“Di tengah kepadatan itu, kita perlu bertanya, di mana ruang bagi pohon-pohon kehidupan. Apakah pohon masih memiliki ruang, atau justru kita yang kini mencari ruang di antara pepohonan,” tuturnya.

Secara teknokratis, Farhan menjelaskan bahwa sekitar sepuluh tahun lalu capaian Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung baru mencapai 12,8 persen. Saat ini, Pemerintah Kota Bandung terus berupaya mengejar target 20 persen RTH sebagaimana diamanatkan dalam regulasi.

Selain itu, Farhan mengungkapkan tengah mengajukan gagasan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) agar penghitungan RTH tidak hanya didasarkan pada luasan lahan, tetapi juga mempertimbangkan jumlah pepohonan yang tumbuh dan hidup di wilayah perkotaan.

“Dengan pendekatan tersebut, RTH tidak hanya dimaknai sebagai hamparan lahan kosong, tetapi sebagai kehadiran nyata pohon-pohon di tengah ruang kehidupan warga,” jelasnya.

Melalui kegiatan seni bertema lingkungan tersebut, Farhan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga pohon dan ruang hijau terus meningkat seiring dengan upaya mewujudkan pembangunan Kota Bandung yang berkelanjutan.

(Humas Kota Bandung / Diskominfo Kota Bandung)

Aziz -Bandung

Berita Terkait

*LAZNAS Rumah Zakat dan FDIK UIN Antasari Bahas Kolaborasi Ekosistem Digital Filantropi melalui Infak.ID*
Pemkab Sintang Naikan Status Bencana Karhutla Dari Siaga Ke Tanggap Darurat
APINDO Galang Kesatuan Pengusaha Kalsel
*Polda Kalsel Raih Penghargaan di Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026*
LAHAN TRANS PAPUYUAN KECAMATAN LAMPIHONG KABUPATEN BALANGAN TERBAKAR HEBAT
KEBAKARAN RUMAH DI DESA MARAJAI RT. 01 KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN
*APEL GELAR PASUKAN DALAM RANGKA PENANGGULANGAN KARHUTLA DI WILAYAH KABUPATEN BALANGAN*
Harapan di Atas Keterbatasan: Warga Desa Jayamekar Tak Bisa Berjalan, Tinggal di Rumah Ambruk Butuh Uluran Tangan Pemerintah

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:07

*LAZNAS Rumah Zakat dan FDIK UIN Antasari Bahas Kolaborasi Ekosistem Digital Filantropi melalui Infak.ID*

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:49

Pemkab Sintang Naikan Status Bencana Karhutla Dari Siaga Ke Tanggap Darurat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:38

APINDO Galang Kesatuan Pengusaha Kalsel

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:11

LAHAN TRANS PAPUYUAN KECAMATAN LAMPIHONG KABUPATEN BALANGAN TERBAKAR HEBAT

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:05

KEBAKARAN RUMAH DI DESA MARAJAI RT. 01 KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:58

*APEL GELAR PASUKAN DALAM RANGKA PENANGGULANGAN KARHUTLA DI WILAYAH KABUPATEN BALANGAN*

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:50

Harapan di Atas Keterbatasan: Warga Desa Jayamekar Tak Bisa Berjalan, Tinggal di Rumah Ambruk Butuh Uluran Tangan Pemerintah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:27

Semarak Gelar Seni Pencak Silat di Alun-Alun Mandalawangi, Jaga Warisan Budaya Perkokoh Persatuan  

Berita Terbaru

Berita

APINDO Galang Kesatuan Pengusaha Kalsel

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:38

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x