Pasutri Bos di Makassar Sekap-Perkosa Anak Buah Jadi Tersangka, Ini Motifnya

- Reporter

Selasa, 6 Januari 2026 - 02:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, // PropamNewstv.id – Pasangan suami-istri (pasutri) berinisial SK dan SM, pemilik usaha nasi kuning di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polrestabes Makassar.

Keduanya menyekap dan memperkosa perempuan berusia 22 tahun yang tak lain adalah karyawatinya sendiri.

Pasutri tersebut dijerat Pasal 6 huruf b dan c juncto Pasal 14 ayat (1) huruf a dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

“Kedua tersangka ini merupakan pasutri dan juga atasan korban,” kata Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana kepada wartawan, Senin (5/1).

Arya menjelaskan, korban telah bekerja di usaha milik tersangka selama kurang lebih satu tahun dan tinggal di tempat usaha tersebut. Belakangan, SM mencurigai suaminya memiliki hubungan terlarang dengan korban.

“Tersangka cemburu. Ada dugaan suami selingkuh dengan karyawan. Istri kemudian menginterogasi mereka, tapi mereka tidak mengaku,” ujarnya.

Kedua tersangka kemudian membawa korban ke sebuah rumah di Perumahan Pesona Indah Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar. Di lokasi tersebut, korban disekap dan mengalami tindak pidana kekerasan seksual.

“Korban dipukul, ditendang, disuruh mengaku, lalu dipaksa berhubungan badan. Pakaian korban dilepas dan kejadian itu direkam,” jelas Arya.

Korban disekap selama dua hari sebelum akhirnya berhasil melarikan diri.

Dalam kasus ini, SK diduga berperan sebagai pelaku pemerkosaan. Sementara SM berperan aktif dengan memerintahkan, menyaksikan, dan membiarkan perbuatan tersebut terjadi. Polisi menilai keduanya bekerja sama melakukan kekerasan seksual terhadap korban.

“Korban mengalami penganiayaan dan pemerkosaan. Perbuatan itu dilakukan secara bersama-sama,” tegas Arya.

Selain mengamankan kedua tersangka, polisi menyita barang bukti berupa rekaman video persetubuhan yang tersimpan di ponsel salah satu tersangka. Polisi memastikan video tersebut tidak disebarkan.

“Barang buktinya berupa rekaman video yang masih tersimpan di handphone pelaku. Video itu tidak disebarkan,” sambungnya.

Kedua tersangka telah ditahan di Polrestabes Makassar. Mereka terancam pidana penjara maksimal 12 tahun dan denda paling banyak Rp 300 juta. (Red_Ar)

Berita Terkait

*Bobol Rumah Lewat Ventilasi, Pelaku Pencurian Dibekuk Satreskrim Polres Sekadau*
Polres Tangerang Selatan Bentuk Satgas Khusus, 10 Pelaku Curanmor Berhasil Diamankan
Satreskrim Polres Tabalong Tangani Penganiayaan di Area Parkir Pasar Tanjung
Satreskrim Polres Indramayu Ringkus Pengoplos Gas LPG , Keuntungan Rp.96 Ribu Per Tabung, 
𝗗𝘂𝗲𝗹 𝗦𝗲𝗻𝗴𝗶𝘁 𝗱𝗶 𝗞𝗲𝗯𝘂𝗻, 𝗞𝗮𝗽𝗼𝗹𝘀𝗲𝗸 𝗕𝗲𝗻𝗮𝗶 𝗧𝗮𝗸𝗹𝘂𝗸𝗸𝗮𝗻 𝗔𝘆𝗮𝗵 𝗧𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂 𝗣𝗲𝗺𝗲𝗿𝗸𝗼𝘀𝗮𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗮 𝗦𝗮𝗯𝘂.
Polres Demak Amankan Tiga Remaja Pelaku Pembacokan Saat Tawuran
Kejanggalan Barang Bukti Terungkap di Sidang PT Sawerigading Grup PN Jayapura
Polsek Limbangan Polres Garut Amankan Pelaku Pencurian di Toko Foto Studio

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:06

Kapolsek Entikong Bersama Anggota Bagikan Bendera Merah Putih kepada Warga di Wilayah Perbatasan, Kobarkan Semangat Nasionalisme di Perbatasan Indonesia–Malaysia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:58

DPRD Demak Menggelar Rapat Paripurna Istimewa Sambut HUT RI ke 81

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:54

Polres Balangan Resmikan Jembatan Merah Putih, Wujud Nyata Kepedulian Polri untuk Masyarakat* 

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:48

Sambut HUT ke – 81 RI,Polres HST Bagikan 150 Bendera Merah Putih Kepada Masyarakat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:39

Bupati Sintang Ikuti Gladi Bersih di Stadion Baning Sintang, Sintang Siap Gelar Upacara

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:14

*Polda Kalsel Gandeng Driver Ojol: Jaga Kamtibmas Bagikan Paket Sembako hingga informasi Peluang Kerja di Jepang*

Minggu, 16 Agustus 2026 - 02:29

Hak Adat Diabaikan, Prosedur Dilanggar — Prianto Kecam Keras Upaya Pengesahan Sepihak di Lahei!*

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:58

Polres Demak Dorong Literasi Digital Pelajar Lewat Kompetisi Konten AI

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x