Bagaimana pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro?

- Reporter

Selasa, 6 Januari 2026 - 02:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Venezuela //propamnewstv.id – Selama berbulan-bulan, intelijen AS telah memantau gerak-gerik Nicolas Maduro. Sebuah tim kecil, termasuk informan AS di dalam pemerintahan Venezuela, telah mengamati di mana pria berusia 63 tahun itu tidur, apa yang dia makan, apa yang dia kenakan, dan bahkan, menurut para pejabat militer tinggi, “hewan peliharaannya”.

Kemudian, pada awal Desember, sebuah misi yang direncanakan dan diberi nama “Operasi Absolute Resolve” diselesaikan.

Ini adalah hasil dari perencanaan dan latihan yang cermat selama berbulan-bulan. Bahkan, pasukan elit AS yang membuat replika persis rumah persembunyian Maduro di Caracas untuk melatih rute penyergapan mereka.

Rencana tersebut—merupakan intervensi militer AS yang luar biasa di Amerika Latin yang belum pernah terjadi sejak Perang Dingin dirahasiakan dengan ketat.

Kongres tidak diberitahu atau dikonsultasikan sebelumnya. Dengan rincian yang tepat telah ditetapkan, para pejabat militer tinggi hanya perlu menunggu kondisi optimal untuk meluncurkan serangan.

Pejabat militer mengatakan pada Sabtu (03/01), mereka ingin memaksimalkan unsur kejutan.

Menanggapi serbuan ini, Presiden Brasil Lula da Silva mengatakan, penangkapan pemimpin Venezuela dengan kekerasan tersebut sebagai “preseden yang sangat berbahaya bagi seluruh komunitas internasional”.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam sebuah pernyataan mengatakan, ia “sangat prihatin” dengan operasi militer AS di Venezuela, dan menambahkan bahwa hal itu memiliki “implikasi yang mengkhawatirkan bagi kawasan tersebut”.

“Terlepas dari situasi di Venezuela, perkembangan ini merupakan preseden yang berbahaya,” kata pernyataan itu.

“Sekretaris Jenderal terus menekankan pentingnya penghormatan penuh – oleh semua pihak – terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB. Ia sangat prihatin bahwa aturan hukum internasional belum dihormati.”

(Red)

Berita Terkait

PERSIB Fokus Bangkit Jelang Laga Leg Kedua AFC Champions League
Polres Subang Ungkap Kasus Miras Oplosan yang Menewaskan Sembilan Orang
Tridjaya Motor Pagaden Subang Kembali Raih Gelar Dealer Terbaik di Jawa Barat
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan Raih Gelar Doktor
Penindakan Penggunaan Knalpot Brong di Indramayu
Serah Terima Jabatan Kepala Desa Arjasari, Indramayu
Tumbuhkan Semangat Kebersamaan, Persit KCK Cab. LXII Kodim 1310/Bitung Olahraga Bersama dan Lomba Permainan Tradisional Peringati HUT Ke-80 Persit
Wargi Kabupaten Bandung, Reboisasi Udara Jadi Solusi Pulihkan Hutan Kritis

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:14

PERSIB Fokus Bangkit Jelang Laga Leg Kedua AFC Champions League

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:09

Polres Subang Ungkap Kasus Miras Oplosan yang Menewaskan Sembilan Orang

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:23

Tridjaya Motor Pagaden Subang Kembali Raih Gelar Dealer Terbaik di Jawa Barat

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:39

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan Raih Gelar Doktor

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:25

Penindakan Penggunaan Knalpot Brong di Indramayu

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:17

Tumbuhkan Semangat Kebersamaan, Persit KCK Cab. LXII Kodim 1310/Bitung Olahraga Bersama dan Lomba Permainan Tradisional Peringati HUT Ke-80 Persit

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:12

Wargi Kabupaten Bandung, Reboisasi Udara Jadi Solusi Pulihkan Hutan Kritis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:11

Kodim 1002/HST Kolaborasi dengan Pemdes Rantau Keminting Gelar Gerakan Indonesia Asri

Berita Terbaru

Berita

Penindakan Penggunaan Knalpot Brong di Indramayu

Sabtu, 14 Feb 2026 - 12:25

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x