LAMPUNG, Senin 5 Januari 2026 //propamnewstv.id – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat langkah preventif dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi megathrust dan tsunami. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan jajaran TNI, akademisi, serta pemangku kepentingan terkait.

Sekdaprov Marindo Kurniawan menekankan bahwa mitigasi bencana memerlukan sinergi kuat antara pemerintah, akademisi, TNI/Polri, dunia usaha, dan masyarakat. “Mitigasi ini tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan sinergi yang kuat untuk memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat Lampung,” ujarnya.
Unila Tsunami Early Warning System (U-TEWS) adalah inovasi teknologi yang dikembangkan oleh Fakultas Teknik Unila untuk memantau anomali muka air laut secara real-time. Teknologi ini berbasis pada Perangkat Ukur Murah Muka Air Laut (PUMMA) dan menawarkan efisiensi biaya serta kemudahan perawatan.
Dekan Fakultas Teknik Unila, Ahmad Herison, menjelaskan bahwa pengembangan sistem ini murni didasari pada misi kemanusiaan. Inovasi ini menawarkan efisiensi biaya dan kemudahan perawatan dibandingkan sistem impor, namun tetap memiliki akurasi tinggi karena terintegrasi langsung dengan data BMKG.
Dengan kolaborasi ini, Lampung diharapkan memiliki ketahanan bencana yang lebih solid dan aman bagi warga. Pemprov Lampung juga fokus pada literasi bencana dan akan memfasilitasi koordinasi lanjutan untuk implementasi teknologi U-TEWS ke dalam kanal-kanal informasi publik.








