Pandeglang, Banten // PropamNewstv.id – PT. Segara Tirta Nur Salvage selaku perusahaan yang mengantongi perizinan atau legalitas untuk melakukan kegiatan Salvage, Scraping dan penyingkiran Kapal kargo MV Tresnawati yang kandas di perairan Mantiung Kabupaten Pandeglang, Banten, sedang gencar melaksanakan pekerjaannya. Selain itu, PT. Segara Tirta Nur Salvage juga menunaikan Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dengan memperbaiki infrastruktur jalan.
Hal itu adalah konsep di mana perusahaan berkomitmen untuk beroperasi secara etis dan berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan, tidak hanya fokus pada keuntungan finansial semata. “Adalah penting bagi kami untuk memperhatikan kepentingan dan kebutuhan masyarakat sekitar dimana kita melakukan kegiatan pekerjaan kita,” ungkap Direktur utama PT. Segara Tirta Nur Salvage, Nurmanto, kepada sejumlah awak media belum lama ini ketika di jumpai di wilayah Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang.
Menurutnya, melalui program-program seperti ini, kata Nurmanto, menjadi bagian integral dari strategi bisnis berkelanjutan. Ini melibatkan manajemen dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan bisnis, termasuk minimalisasi dampak negatif dan maksimalisasi dampak positif.
“Awal mau melakukan pekerjaan Salvage ini, Alhamdulillah saya menyelesaikan permasalahan yang telah lama terjadi antara masyarakat nelayan dengan pelaksana sebelumnya. Setelah saya tangani, masalah kerugian jaring masyarakat nelayan tersebut dapat saya selesaikan dengan baik,” imbuhnya.
Adapun soal legalitas kegiatan Scraping MV Tresnawati yang kemarin kemarin sempet menjadi hangat, lanjutnya, itu keliru. Legalitas kegiatan kami sudah dikantongi semua, antara lain, SPK Scrapping (perpanjangan), SPK Scrapping MV. Tresnawati Awal Pelaksanaan Kegiatan, Surat Izin Usaha dan Surat Penunjukkan dari PT. Pelayaran Anugrah Makmur Sejahtera.
“Kemudian Grosse Akta Kapal MV. Tresnawati, LKK (Laporan Kecelakaan Kapal) MV. Trsenawati, Surat Keterangan Penghapusan Kapal, Sprint PAM dari Danlanal Banten, Sprint PAM dari DirpolAirud Polda Banten, Sprint Pengawasan dari Kantor Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok, Sprint Pengawasan dari KUPP Kelas III Labuhan, dan Sprint Pengawasan dari KPLP Pusat Tanjung Priok,” beber Bos PT. Segara Tirta Nur Salvage.
Selain itu, lanjutnya, Sprint PAM dari Polsek Cikeusik, Sprint Pengawasan dari Polres Pandeglang susah kami kantongi. Kemudian, sambungnya, Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL), kemudian sambungnya, Berita Acara Penerimaan Limbah, Surat Izin Limbah B3, Surat Dukungan Masyarakat Desa Tanjungan, Surat Dukungan Masyarakat Desa Kiarajangkung dan Surat Dukungan Masyarakat Desa Kutakarang. “Ada juga NPWP kemudian Lokasi Kapal MV. Tresnawati dan Metode Kerja,” jelasnya.
“Ini kegiatan pekerjaan yang terang benderang perizinannya, legalitas perusahaan saya terang benderang silahkan di cek di internet, segala izin sudah di kantongi dari level Kementrian hingga level terbawah, yakni desa,” tandasnya.
Terpisah, apresiasi warga masyarakat atas adanya kegiatan Salvage, Scraping dan penyingkiran Kapal kargo MV Tresnawati disampaikan oleh Kepala Desa Tanjungan, Sarmin. Menurut dia, kalaupun ada yang tidak puas atau tidak setuju dengan adanya kegiatan Salvage Kapal MV Tresnawati, itu harusnya warganya bukan warga lain.
“Warga masyarakat Desa Tanjungan dan yang lainnya sangat bersyukur dengan adanya kegiatan kapal Tresnawati. Warga ada yang berjualan, ada yang dagang makan, kopi dan lain lain. Selain itu juga ada yang membuka jasa angkutan ojeg, perahu untuk mengantar datang dan pergi orang orang yang mau ke kapal, intinya masyarakat sangat terbantu ekonominya,” tegasnya.
Kemudian, kata Kades Tanjungan, perusahaan juga telah memperbaiki ruas jalan dengan menggunakan batu scrop, bahkan perusahaan sampai menurunkan alat berat untuk perbaikan jalan. “Perbaikan ruas jalannya dilaksanakan pada titik titik yang rusak, jadi titik perbaikannya di titik yang diperkirakan rusak berat di urug dan dipadatkan itu panjangnya diperkirakan Sekilo lebih malah,” kata Kepala Desa Tanjungan Sarmin.
Adapun jalan yang di bangun itu menghubungkan beberapa kampung, diantaranya, Kampung Salakpandan, Cipunaga, Taranca, Ciseureuh, dan Kampung Ciapu yang sedang pengajuan perbaikan lagi akibat longsor karena hujan. “Jadi sebetulnya adanya penyingkiran kapal Tresnawati itu, sangat menguntungkan untuk masyarakat, untuk itu saya bersama masyarakat mendukung kegiatan ini,” tukasnya. (Red)








