Kabupaten Tangerang // PropamNewstv.id – Pengusaha yang terlibat dalam program nasional Makanan Bergizi (MBG), Ari, mengungkapkan kekecewaannya mendalam terhadap salah satu supplier peralatan dapur, PT AMIRMOLL JAYA ABADI (Jl Cendrawasih 8 RT 6/7 no. 48 Cengkareng Barat Jakarta Barat).
Kekecewaan ini muncul akibat tidak adanya komitmen dari pihak supplier menjelang jadwal penting verifikasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Ari menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan pemesanan (order) alat-alat dapur spesifik untuk kebutuhan MBG senilai total Rp160 juta pada hari Selasa, 23 Desember 2025.
“Setelah pembayaran awal Rp. 30jt, tanpa konfirmasi kembali Pihak Supplier mengirim barang hanya seharga Rp. 30jt, Saya kecewa,”papar Ari
Dalam kesepakatan tersebut, PT AMIRMOLL JAYA ABADI menyanggupi skema pembayaran secara tempo, mengingat mendesaknya kebutuhan peralatan sebelum dilakukan Verifikasi Lokasi Dapur (SPPG) oleh BGN pada tanggal 7 Januari 2026 di wilayah Kecamatan Rajeg.
“Sampai detik ini, tidak ada respons baik melalui chat maupun telepon dari pihak PT AMIRMOLL JAYA ABADI,” ujar Ari di kediamannya, Minggu (4/1/2026), menunjukkan ketidakprofesionalan supplier tersebut.
Program MBG dicanangkan bukan hanya sebagai proyek penyediaan makanan, tetapi juga diharapkan mampu menghidupkan sektor industri penunjang mulai dari produsen bahan baku hingga perkakas. Keterlambatan ini, menurut Ari, bukan hanya merugikan dirinya secara bisnis, tetapi juga menghambat upaya kolektif yang tengah dibangun berbagai pihak untuk mendukung program unggulan pemerintah ini.
Ancaman Gagal Verifikasi
Ketiadaan alat-alat masak yang dipesan tersebut menempatkan Dapur SPPG milik Ari dalam posisi rentan. Verifikasi BGN adalah tahapan krusial untuk memastikan standar kelayakan dan higienitas sesuai aturan yang ketat dari Badan Gizi Nasional.
“Pelaksanaan program Makanan Bergizi (MBG) ini adalah mandat nasional yang harus kami jalankan dengan disiplin. Keterlambatan dan sikap menghindar dari pihak supplier seperti ini mengancam kelancaran persiapan kami,” tegas Ari.
Ari berharap PT AMIRMOLL JAYA ABADI dapat segera mengambil langkah nyata, menepati janji pengiriman, dan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan terhadap persiapan implementasi program MBG di wilayah Rajeg.
“Saat di hubungi kembali, tidak pernah menjawab, tapi ketika Ia VC dengan saya saat sedang bersama wanita di dalam hotel ia bisa, tapi urusan bisnis ini malah tidak pernah menjawab, seperti menganggap sepele,”geram Ari.
Dan Pihak Ari pun sudah mendokumentasikan bukti bukti pertemuan, Voice Record saat kesepakatan order ini, dan niat akan melanjutkan ke pihak kepolisian akibat ancaman gagal verifikasi ini.
Saat awak media menayangkan berita ini, pihak Supplier yang dimaksud untuk konfirmasi agar berita berimbang belum bisa dihubungi.
Sumber : Ari








