ACEH //propamnewstv.id – Umat Kristiani di tanah terdampak banjir dan longsor di Sumatra harus berjibaku dengan keadaan untuk merayakan Natal tahun ini. Di tengah jalan-jalan yang masih berlumpur, rumah belum terbangun kembali, dan pakaian seadanya, mereka merayakan Natal dengan kesederhanaan.
Perjuangan agar bisa menjalani misa Natal ditempuh oleh satu keluarga dari Kecamatan Bintang di Aceh Tengah. Mereka rela melewati longsor dan jalan berlumpur untuk tiba di Gereja Katolik Stasi Santo Petrus di Takengon.
Kendri Matius mengaku harus membawa salinan pakaian. Selama perjalanan ia mengunakan celana pendek. Pria 52 tahun ini mengatakan, ia harus melewati tiga titik longsor selama berjalan kaki sekitar satu jam ke gereja.
“Memang ada kendala di jalan, tapi tidak seberapa berat,” katanya sambil tersenyum.
Kendri menceritakan kembali bagaimana perjuangannya menuju tempat ibadah. Kata dia, “harus berjalan pelan-pelan, karena jalanan sempit akibat dari longsor yang menutupi badan jalan”.
“Semoga kondisi ke depannya semakin membaik. Puji Tuhan kami bisa beribadah hari ini,” katanya.
Di Sumatra Utara, umat Kristiani juga merayakan Natal dengan kesederhanaan.
“Natal yang tanpa kedap-kedip, Natal yang tanpa baju baru,” kata Pendeta Paten Sidabutar di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.
Di kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan perayaan Natal tahun ini hendaknya menjadi momentum memperkuat persatuan nasional, memperdalam solidaritas sosial, serta meneguhkan semangat gotong royong di tengah keberagaman bangsa.








