Sesar Lembang di Titik Kritis, Ancaman Gempa Besar Membayangi Bandung Raya

- Reporter

Senin, 22 Desember 2025 - 01:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Raya // PropamNewsTV.id —
Di balik keindahan alam dan pesatnya pembangunan kawasan Bandung Raya, tersimpan ancaman serius yang kini kembali menguat. Sesar Lembang, patahan aktif sepanjang 29 kilometer yang membentang dari Padalarang hingga Jaten, dilaporkan telah mencapai fase kritis akumulasi energi seismik.

Setelah lebih dari 560 tahun tanpa gempa besar, para ahli kebumian memperingatkan bahwa sesar Lembang bukanlah patahan yang mati, melainkan “tertidur” sambil menyimpan tekanan besar di bawah permukaan tanah.

Peneliti Pusat Riset Kebumian dan Maritim BRIN,, Mudrik Rahmawan Daryono, mengungkapkan bahwa hasil kajian paleoseismologi menunjukkan adanya pergeseran signifikan pada masa lalu. Penelitian di Situs Batu Lonceng, Lembang, menemukan bukti pergeseran lapisan tanah hingga lebih dari 1,5 meter, menandakan pernah terjadinya gempa besar.

“Dengan kecepatan geser rata-rata 3,5 milimeter per tahun, sesar Lembang diperkirakan telah menyimpan potensi pergeseran hingga 3 meter. Jika dilepaskan sekaligus, gempa yang dihasilkan bisa mencapai magnitudo 6,5 sampai 7,0,” jelas Mudrik dalam Diskusi Daring Bandung Executive Forum, Sabtu (20/12/2025).

Kekuatan tersebut dinilai cukup untuk menimbulkan kerusakan serius pada permukiman padat, infrastruktur vital, hingga fasilitas publik di wilayah Bandung Raya.

Menariknya, temuan ilmiah ini sejalan dengan cerita rakyat Legenda Sangkuriang, yang menggambarkan terbentuknya danau dalam semalam. Secara geologi, peristiwa tersebut sangat mungkin terjadi akibat pergerakan naik sesar Lembang yang membendung aliran sungai secara tiba-tiba.

Melihat kondisi ini, Propam News TV mengimbau pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Mitigasi bencana, penataan ruang berbasis risiko, penguatan bangunan, serta edukasi kesiapsiagaan warga dinilai tidak bisa lagi ditunda.

Sesar Lembang tidak menunggu kesiapan manusia. Ketika energi yang tersimpan dilepaskan, dampaknya bisa terjadi dalam hitungan detik. Kesiapsiagaan hari ini adalah kunci untuk menyelamatkan nyawa esok hari.

 

— Rully ( propam news TV )

Berita Terkait

Percepat Digitalisasi Perlinsos, Disdukcapil Kuningan Aktifkan IKD Seluruh Babinsa Kodim 0615
Personel Polres Balangan dengan Sigap Datangi Karhutla di Desa Kusambi Hulu
Personel Polres Balangan Berjibaku Padamkan Karhutla di Desa Teluk Mesjid
Polres Batola Panen 2,35 Ton Jagung Pipil di Cerbon, Dukung Swasembada Pangan 2026
*Polda Banten Peringati Hari Demokrasi Internasional, Dorong Penguatan Hak Asasi dan Nilai Demokrasi*
295 KK Terbantu, Kodim 1002/HST Kembali Salurkan Air Bersih untuk Warga Desa Perumahan
Polres Tabalong Bagikan Air Mineral kepada Masyarakat yang Antre BBM
SERAH TERIMA JABATAN DI LINGKUNGAN POLRES BALANGAN BERLANGSUNG KHIDMAT

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 16:20

Percepat Digitalisasi Perlinsos, Disdukcapil Kuningan Aktifkan IKD Seluruh Babinsa Kodim 0615

Jumat, 18 September 2026 - 15:22

Personel Polres Balangan dengan Sigap Datangi Karhutla di Desa Kusambi Hulu

Jumat, 18 September 2026 - 14:14

Personel Polres Balangan Berjibaku Padamkan Karhutla di Desa Teluk Mesjid

Kamis, 17 September 2026 - 14:30

Polres Batola Panen 2,35 Ton Jagung Pipil di Cerbon, Dukung Swasembada Pangan 2026

Kamis, 17 September 2026 - 14:16

*Polda Banten Peringati Hari Demokrasi Internasional, Dorong Penguatan Hak Asasi dan Nilai Demokrasi*

Kamis, 17 September 2026 - 13:52

Polres Tabalong Bagikan Air Mineral kepada Masyarakat yang Antre BBM

Kamis, 17 September 2026 - 13:46

SERAH TERIMA JABATAN DI LINGKUNGAN POLRES BALANGAN BERLANGSUNG KHIDMAT

Kamis, 17 September 2026 - 12:36

*Kapolda Kalsel Tinjau Langsung Korban Selamat KM Virgo Transport 8 di Banjarmasin*

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x