GARUT // propamnewstv.id – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut bagian selatan mengakibatkan bencana tanah longsor di Kecamatan Banjarwangi.
Peristiwa ini melumpuhkan aktivitas warga karena material longsor menutup badan jalan di tiga titik vital, yakni Jalan Pasir Gedong, Jalan Ciawitali, dan Jalan Kadulempang.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi terparah terlihat di mana tebing tanah merah setinggi beberapa meter ambruk menutupi seluruh badan jalan. Material tanah bercampur bebatuan dan vegetasi membuat jalan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat maupun roda dua.
Selain material tanah, longsor juga mengancam infrastruktur kelistrikan. Seperti terlihat dalam dokumentasi warga, beberapa tiang listrik di lokasi kejadian dalam kondisi miring dan nyaris roboh terbawa pergerakan tanah, serta kabel-kabel yang menjuntai rendah, yang sangat membahayakan keselamatan warga yang nekat melintas.
Para pengendara motor dan warga sekitar terlihat berkumpul di lokasi, tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat jalan yang tertutup total oleh lumpur tebal yang licin.
Permohonan Mendesak Masyarakat Kepada Pemerintah Mewakili keresahan warga setempat dan pengguna jalan yang terdampak, masyarakat Kecamatan Banjarwangi menyampaikan permohonan terbuka kepada Pemerintah Kabupaten Garut, Dinas PUPR, BPBD, serta instansi terkait lainnya:
Pengerahan Alat Berat Segera: Mengingat volume material longsor yang cukup besar dan tebal, pembersihan secara manual (gotong royong) sangat sulit dilakukan. Warga memohon agar alat berat (seperti loader atau excavator) segera diturunkan ke Jalan Pasir Gedong, Ciawitali, dan Kadulempang untuk membuka akses jalan secepatnya.
Perbaikan Tiang Listrik: Memohon kepada pihak PLN untuk segera mengamankan tiang listrik yang miring dan kabel yang menjuntai agar tidak menimbulkan korban jiwa atau pemadaman listrik berkepanjangan.
Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT): Warga berharap adanya solusi jangka panjang berupa penguatan tebing di titik-titik rawan longsor tersebut agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan tiba, yang mana sangat mengganggu perekonomian dan mobilitas warga.
“Kami mohon bapak-bapak pejabat terkait segera meninjau dan mengirim bantuan. Jalan ini adalah akses utama kami untuk bekerja, sekolah, dan membawa hasil bumi. Kalau tidak segera dikeruk, kami terisolir,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berjaga di sekitar lokasi untuk memperingatkan pengendara lain agar berhati-hati.
Imam m (Kabiro Garut)








