Tokyo, // PropamNewstv.id – Tanggal 20 Januari 2026 menandai 68 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang. Hubungan ini bermula dari penandatanganan Perjanjian Perdamaian Indonesia–Jepang pada 20 Januari 1958, sebuah tonggak sejarah yang membuka lembaran baru kerja sama kedua negara pasca Perang Dunia II.
Setelah berakhirnya Perang Dunia II, hubungan Indonesia–Jepang mulai bergerak ke arah yang lebih konstruktif, terutama setelah Konferensi Perdamaian San Francisco tahun 1951, yang mengembalikan Jepang ke tatanan internasional.
Dalam proses tersebut, Indonesia dan Jepang melakukan dialog intensif mengenai penyelesaian tanggung jawab perang.
Hasilnya, pada Desember 1957 disepakati Memorandum Kobayashi–Djuanda, yang mengatur pemberian pampasan perang Jepang kepada Indonesia sebesar USD 230 juta dalam jangka waktu 12 tahun.
Kesepakatan ini menjadi fondasi penting bagi hubungan bilateral yang saling menghormati dan berorientasi pada masa depan. Puncaknya, pada 20 Januari 1958, kedua negara resmi menjalin hubungan diplomatik.
Seiring terjalinnya hubungan tersebut, Indonesia membuka perwakilan diplomatik utamanya di Jepang, yakni Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo.
Gedung KBRI Tokyo, Wajah Indonesia di Jepang
Gedung KBRI Tokyo berlokasi di 5-2-9 Higashi-Gotanda, Distrik Shinagawa, Tokyo. Selain didukung oleh Konsulat Jenderal RI di Osaka, KBRI Tokyo menjadi misi diplomatik utama Indonesia di Jepang dan juga merangkap akreditasi untuk Federated States of Micronesia.
Dalam perannya, KBRI Tokyo aktif mempromosikan kepentingan politik, ekonomi, dan kebudayaan Indonesia, sekaligus memberikan pelindungan dan layanan kekonsuleran bagi warga negara Indonesia di Jepang.
Menyesuaikan dengan standar keselamatan modern, khususnya ketahanan gempa yang sangat ketat di Jepang, Pemerintah Indonesia melaksanakan pembangunan kembali gedung KBRI Tokyo pada April 2021.
“Proyek ini didasarkan pada rekomendasi otoritas Jepang, mengingat sebagian besar bangunan lama KBRI telah berdiri sejak 1951, sementara gedung utama yang dibangun pada 1982 tidak lagi memenuhi standar tahan gempa terbaru pasca regulasi 2001,” ungkap John Tjahjanto Boestami, Konjen Indonesia di Osaka khusus kepada tribunnews.com Kamis (15/1/2026).
Gedung baru KBRI Tokyo rampung dan diresmikan kembali pada Desember 2023. Selain menghadirkan fasilitas modern dan fungsional, desainnya mengintegrasikan unsur budaya Indonesia, seperti motif batik pada fasad dan interior, sebagai representasi identitas nasional.
Peresmian dilakukan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno L. P. Marsudi, yang menegaskan bahwa gedung KBRI Tokyo bukan hanya pusat diplomasi, tetapi juga simbol persahabatan Indonesia–Jepang.
Wisma Duta, Rumah Diplomasi Indonesia di Tokyo
Selain gedung kedutaan, Indonesia juga memiliki Wisma Duta—kediaman resmi Duta Besar RI di Tokyo—yang sarat nilai sejarah dan arsitektur.
Rumah ini dibangun pada 1936 oleh Suzusaburo Ito, putra pendiri generasi ke-15 Matsuzakaya Department Store, salah satu perusahaan ritel paling berpengaruh di Jepang.
(Sumber : Tribunnews)








