KUASING,RIAU//Propamnewstv.id โ Tradisi seni pencak silat kembali menyemarakkan perayaan Idulfitri di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Bertempat di Laman Silat Pendekar Bonsu, Kenegerian Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik, puluhan pesilat dari berbagai perguruan berkumpul untuk menampilkan kebolehan mereka dalam laga seni bela diri turun-temurun pada hari ketiga Lebaran, Senin (23/3/2026).
โ
โKegiatan yang bertepatan dengan momen silaturahmi Idulfitri ini menarik perhatian besar masyarakat karena dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kuansing, H. Juprizal, SE., M.Si. Tidak sekadar menonton, tokoh masyarakat Kenegerian Cengar tersebut secara mengejutkan ikut turun ke “laman” (gelanggang) untuk memperagakan jurus-jurus silat diiringi musik tradisional calempong khas Kuansing.
Kehadiran pejabat publik di tengah gelanggang ini menjadi simbol kuat dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya lokal yang mulai meredup di beberapa titik wilayah Kuantan Mudik.
โ
โDalam keterangannya, H. Juprizal menegaskan bahwa pencak silat bukan hanya sekadar ketangkasan fisik, melainkan media pembentukan karakter bagi generasi muda.
โ”Silat bukan sekadar seni bela diri, tetapi juga merupakan warisan budaya leluhur yang sarat dengan nilai-nilai disiplin, keberanian, persaudaraan, dan penghormatan kepada guru serta orang tua,” ujar Juprizal saat dikonfirmasi, Selasa (24/3/2026).
โIa menambahkan bahwa di tengah tantangan zaman, kegiatan ini harus menjadi wadah positif bagi pemuda agar terhindar dari perilaku negatif. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selain menjaga tradisi, silat menjadi wadah memperkuat karakter dan menjauhkan generasi muda dari hal-hal yang tidak bermanfaat,” tambahnya.
โDi sisi lain, masyarakat dan para penggiat seni silat menyambut baik momentum kembalinya gairah di Laman Pendekar Bonsu ini. Salah seorang tokoh pemuda setempat menyatakan bahwa kehadiran tokoh daerah di tengah mereka menjadi suntikan semangat bagi laman-laman silat lainnya yang sempat vakum beberapa tahun terakhir.
โ
โPenampilan seni silat di Kenegerian Cengar ini diharapkan mampu memicu kembali aktifnya laman-laman silat di wilayah Lubuk Jambi dan sekitarnya. Sejarah mencatat bahwa pencak silat adalah peninggalan identitas Rantau Kuantan yang harus dijaga keberlangsungannya agar tidak hilang ditelan zaman. Dengan sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan generasi muda, tradisi ini diharapkan tetap hidup sebagai kebanggaan kolektif masyarakat Kuansing.** cd/Red







