RIAU//PropamNewsTv.Id โ Di tengah tren kenaikan harga energi yang melanda kawasan Asia Tenggara, Indonesia tercatat sebagai negara dengan tingkat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) paling stabil.
Berdasarkan data perbandingan regional, Indonesia berhasil mempertahankan angka kenaikan sebesar 0% untuk jenis bensin maupun diesel, jauh di bawah negara tetangga seperti Filipina dan Myanmar yang mengalami lonjakan hingga lebih dari 50%.
โ
โPemerintah Indonesia memastikan harga BBM tetap stabil meski fluktuasi harga minyak mentah dunia memicu kenaikan signifikan di berbagai negara ASEAN. Data terbaru menunjukkan bahwa kenaikan harga bensin di Indonesia bertahan di angka 0%, berbanding terbalik dengan Singapura yang melonjak 20,5%, Malaysia 28,7%, hingga Myanmar yang mencapai puncaknya di angka 55,4%. Kebijakan subsidi dan intervensi harga menjadi kunci utama dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
โKesenjangan harga ini terlihat sangat kontras pada sektor bahan bakar diesel. Saat Indonesia mampu meredam kenaikan hingga 0%, negara seperti Laos dan Filipina harus menghadapi lonjakan masing-masing sebesar 72,4% dan 81,6%.
โMerespons fenomena ini, salah satu perwakilan otoritas energi dalam sebuah pernyataan resminya menekankan pentingnya bantalan sosial. “Kami terus memantau pergerakan harga minyak dunia secara harian. Prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga di tingkat domestik agar inflasi tetap terkendali dan tidak membebani sektor transportasi serta logistik,” ujarnya saat dikonfirmasi mengenai efektivitas subsidi energi.
โNamun, di sisi lain, kebijakan ini juga menuai tanggapan dari sektor pengguna jasa transportasi. Ardiansyah (42), seorang sopir logistik lintas provinsi, memberikan pandangannya mengenai situasi di lapangan. “Sejauh ini kami bersyukur harga tidak naik di saat negara lain kesulitan. Namun, kami berharap stabilitas harga ini juga dibarengi dengan kemudahan akses mendapatkan BBM di SPBU, terutama diesel, agar jadwal pengiriman barang tidak terganggu karena antrean,” tuturnya.
โ
โSebagai perbandingan tambahan, Thailand mencatatkan kenaikan bensin sebesar 8,7% dan diesel 9,1%. Sementara itu, Kamboja berada di zona merah dengan kenaikan harga bensin menyentuh 52,8% dan diesel 78,7%. Tingginya ketergantungan pada impor energi dan terbatasnya ruang fiskal untuk subsidi menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan harga di negara-negara tersebut.** Cd/Red








